Membuat Nasi Kuning Box untuk Arisan



Akhir pekan kemarin, dapur ngebut lagi super riweuh. Dengan tenaga dua orang, yaitu saya dan Mak Onih (art setia), kami pakpikpek mengerjakan suguhan arisan. "Kenapa nggak pesen aja, sih?" tanya Bapa dan mungkin ibu-ibu lain yang ogah riweuh. Bagi saya, ketempatan arisan dan bisa membuat sendiri suguhannya adalah tantangan sendiri sekaligus untuk sarana belajar. 


Sayangnya, karena kurang pengalaman dan judulnya masih belajar, hasilnya yah gitu deh... seadanya, hehe. Meski hasilnya kurang memuaskan, saya tidak berkecil hati. Masih tetap semangat untuk menyuguhkan yang terbaik untuk ibu-ibu arisan pada kesempatan berikutnya (insha Allah).

Kebetulan, waktu arisan pada tanggal 6 Januari kemarin bertepatan dengan hari pernikahan saya dan Bapa. Jadi, saya mau bikin selametan kecil-kecilan dengan membuat nasi kuning box untuk dibawa pulang oleh ibu-ibu arisan dan dibagikan pada tetangga sekitar rumah.

A post shared by Emak Riweuh (@innariana) on


Berikut suguhan nasi kuning box beserta isinya, termasuk bahan dan cara membuatnya:

1. Nasi Kuning (untuk 40 dus)

Bahan:
  • 4 liter beras
  • 3  siung bawang putih
  • 11 siung bawang merah
  • 3 buah kunyit ukuran 3 cm x 1 cm
  • 3 cm x 2 cm jahe
  • 2 batang sereh
  • 7 lembar daun salam
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menumis
  • air secukupnya untuk mengaron nasi

Bahan nasi kuning
Cara membuat:
  1. Tumbuk halus: bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, dan garam.
  2. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai matang. 
  3. Menumis bumbu
  4. Cuci beras. Buat dua bagian untuk dua kali memasak.
  5. Aron nasi putih dengan menggunakan wajan ukuran besar. 
  6. Nasi putih aron
    Nasi kuning aron sudah siap dikukus
  7. Bagi dua tumisan. Aduk rata dengan nasi aron. Koreksi rasanya. 
  8. Kukus di dandang selama satu jam atau lebih (tergantung bentuk dandang).
  9. Angkat, aduk-aduk sampai uap panasnya hilang. Sisihkan.
Versi lain nasi kuning dengan menggunakan santan dan dimasak menggunakan magicom bisa dibaca di postingan ini: Nasi Tumpeng Sederhana.

2. Ayam Goreng

Khusus untuk ayam goreng ini, saya mengambil resep dari ayam goreng lengkuas dengan mengalikan tiga kali lipat jumlah bahannya. Supaya nggak riweuh pas hari H, ayam goeng bisa diungkep dulu sehari sebelumnya. Setelah matang dan dingin, simpan di kulkas untuk digoreng keesokan harinya sebelum arisan dimulai.

Mengungkep ayam
Oia, sebelum diungkep, saya membalur dulu ayam mentah dengan bumbu ayam goreng siap pakai yang dijual oleh mamang ayam potong. Bumbu basah ayam goreng yang dijajakan oleh mamang ayam potong ini berbeda dengan bumbu basah yang ada di pasar. Karena dibuat dalam jumlah terbatas, kualitasnya bagus dan tidak berbau karena menggunakan bahan baku yang segar. 

Membalur bumbu
Bahan:
  • 3 kg ayam, potong 10 bagian
  • 3 buah lengkuas ukuran 3 x 3 cm, parut
  • 3 batang sereh, geprek
  • 3 lembar daun salam
  • minyak goreng secukupnya
Bumbu halus:
  • 24 butir bawang merah
  • 12 butir bawang putih
  • 1 cm x 3 cm kunyit
  • 1 sdm ketumbar
  • 9 butir kemiri
  • 2 cm jahe
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya
Cara membuat:
  1. Lumuri ayam dengan bumbu halus instan. Diamkan selama 30 menit. Jika ingin bumbu lebih meresap, diamkan dalam lemari es semalaman.
  2. Tumis bumbu halus, masukkan sereh, salam, dan lengkuas parut sampai harum.
  3. Masukkan ayam, masak sebentar hingga ayam berubah warna.
  4. Tambahkan air. Ungkep ayam kuah mengering. Angkat. Dinginkan sebentar.
  5. Sisihkan bumbu yang menempel pada ayam. Goreng ayam dalam minyak panas. Bumbu lengkuas parut digoreng belakangan agar tidak gosong.
Resep ayam goreng lengkuas bisa dilihat di sini.


3. Tempe Orek

Kenapa cuma tempe? Kacangnya mana? Duh, nggak kepegang kalau harus pakai kacang. Maaf ya, cuma pakai tempe saja. Jangan ikuti saya. Nanti bikin versi yang pakai kacang ya. Caranya gampang kok, tinggal tambahin kacang tanah goreng saja saat proses membumbui tempe orek ini.

Oia, untuk menghemat waktu, tempe bisa digoreng sehari sebelumnya dan ditaruh di kulkas. Keesokan harinya sebelum arisan tinggal dioseng dengan bumbu yang sudah dihaluskan.
Irisan tempe yang sudah digoreng
Bahan:
  • 4 papan tempe, iris bentuk korek api
  • 3 siung bawang putih
  • 8 siung bawang merah
  • 3 buah cabe merah besar, buang biji, iris halus
  • 3 sdm gula merah sisir
  • 3 batang sereh, geprek
  • 1 buah lengkuas ukuran besar ( 3 cm x 4 cm), geprek
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk (saya tidak pakai karena kehabisan)
  • minyak goreng secukupnya
Bahan tempe orek
Cara membuat:
  1. Haluskan bawang putih, bawang merah, dan garam.
  2. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, irisan cabe merah, lengkuas, sereh, daun salam, dan daun jeruk. Masak sampai harum dan semua bahan matang.
  3. Masukkan gula merah sisir, aduk rata. Masak sampai berserabut. 
  4. Campukan irisan tempe goreng, aduk rata.
  5. Jika menggunakan kacang tanah goreng, campurkan pada proses ini.
  6. Jika menggunakan ikan teri goreng, campurkan pada proses ini.
  7. Aduk rata semua bahan. Masak cepat agar tidak gosong pada bagian dasar wajan. Koreksi rasanya. Angkat, sisihkan.

4. Sambel Terasi

Membuat sambal terasi untuk nasi kuning box ini pas-pasan jumlahnya. Alias kurang banyak, hiks. Jadi, nanti tambahkan lagi jumlahnya dari yang nampak pada foto, ya!

Bahan sambal terasi yang kurang banyak
Bahan:
  • 20 buah cabe merah besar
  • 7 buah cabe merah keriting
  • 30 buah cabe rawit campur
  • 5 buah tomat merah
  • 10 siung bawang merah
  • 2 sachet terasi siap pakai, goreng sebentar
  • garam secukupnya
  • minyak untuk menggoreng
  • air secukupnya

Cara membuat:
  1. Rebus semua bahan kecuali terasi dan garam.
  2. Haluskan dengan ditambahkan garam dan terasi. 
  3. Koreksi rasanya, sisihkan.

5. Kerupuk dan Lalapan

Awalnya, saya mau menggunakan kerupuk udang. Kerupuk udang mentah sudah dibeli. Saat digoreng sehari sebelumnya, ternyata kualitasnya jelek dan tidak mengembang. Akhirnya, pada malam hari saya minta Bapa mengantar saya membeli kerupuk ikan palembang yang sudah jadi di toko keripik. 

Tidak perlu repot menggoreng kerupuk, kan. Selanjutnya tinggal ngepet aja, alias jaga lilin malam hari untuk membungkus kerupuk. Saya memasukkan 3 kerupuk di tiap plastik yang nanti akan ditaruh di dalam box nasi kuning.

Ngepet jaga lilin mengemas kerupuk :D
Untuk lalapan, saya memilih timun yang dan daun selada. Timun ada berapa ya, saya lupa. Kayaknya 10 buah juga cukup. Nanti diiris tipis, kemudian dibagi tiap box masing-masing dua atau tiga iris (tergantung ketebalan irisannya ya :D). Sedangkan daun selada, kalau tidak salah saya membeli seperempat kilogram. Tinggal dicuci dan dipetiki, selipkan dua atau tiga helai untuk masing-masing box (tergantung lebarnya daun selada).

Selanjutnya... menata box pada saat semua bahan matang, yaitu beberapa jam sebelum arisan dimulai. Saya pinjam kamar Aa di belakang untuk menaruh dus. Maklum, dapur saya berukuran mini. Nggak muat untuk tempat menggelar dus yang akan diisi nasi kuning dan teman-temannya.

Mengisi box nasi kuning

6. Jeruk Medan

Oia, saya lupa ada jeruk medan sebagai pelengkap nasi kuning box. Maklum lagi paciweuh, jadi lupa motret jeruknya, hehe.
Penampakan isi minus kerupuk dan jeruk medan
Untuk tambahan cemilan saat acara arisan, saya membuat sendiri, yaitu agar-agar Pop Ice rasa strawberry,  martabak mie, dan  banana nugget. Resep saya tulis secara terpisah, ya. Klik masing-masing tulisan untuk melihat resep selengkapnya.

Agar-agar Pop Ice Strawberry

Martabak mie

Banana nugget
Masih kurang banyak untuk suguhan. Karena nggak sanggup bikin yang lainnya, maka saya membeli lagi:
  • gorengan campur
  • prol tape
  • lapis talas
  • lontong isi sayur
Alhamdulillah, dapat tambahan buah salak dari tetangga belakang, Ibu Elly. Thanks ya!

Akhir kata...

Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Berkat kegiatan arisan kemarin, saya dapat banyak pelajaran baru, terutama tentang manajemen waktu memasak yang harus ditingkatkan lagi produktifitasnya. Ganbatte!

Terima kasih banyak buat para ibu-ibu tetangga yang sudah meluangkan waktu untuk datang ke rumah sederhana saya dalam acara arisan kemarin. Mohon maaf untuk segala kekurangan suguhan dari saya. Jangan kapok ya...

Suasana arisan RT
Oia, dalam foto terlihat Ibu Mira sedang memegang kantong bertuliskan produk sponsor. Saat itu, saya memang membagikan isi goodie bag dari acara Umami Food Marathon berupa aneka bumbu masak praktis, celemek, dan lap tangan sebagai door prize kecil-kecilan. Insha Allah kalau ketempatan dan pas saya lagi punya rejeki goodie bag, Insha Allah akan saya bagi buat ibu-ibu arisan. 

Sampai ketemu lagi!

Sebagian dari ibu-ibu RT yang hadir (saya berjilbab ungu di tengah)

2 comments

  1. wah keren ya, bisa masak sendiri, aku mah hrs pikir panjang dulu dan akhirnya lebih milih pesen deh

    ReplyDelete
  2. Masak sendiri memang seru, meski terasa lebih capek ya

    ReplyDelete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^