Tuesday, September 3, 2013

Sate Lilit Bali & Sambal Matah



Pertama kali mencicipi sate lilit adalah waktu saya tinggal di Bali. Tidak seperti sate pada umumnya yang menggunakan irisan daging, sate lilit menggunakan daging yang sudah dihaluskan, lalu dililitkan ke tusuk sate. Agar daging bisa menempel dengan baik, tusukan sate yang digunakan juga berukuran lebar. Kebanyakan menggunakan tusuk sate dari bambu berbentuk pipih seperti pada foto di atas. Variasi lain, sate lilit menggunakan batang sereh sebagai pengganti tusukan sate. Dengan menggunakan batang sereh, sate jadi lebih harum aromanya. Sate lilit dengan batang sereh bisa ditemui di restoran dan hotel berbintang, dengan penataan yang cantik dan terlihat lebih berkelas.
   Sate lilit yang saya temui di Bali kebanyakan menggunakan ikan tuna. Mungkin karena ikan tuna mudah didapat di pantai sekitar pulau Bali. Sate lilit ayam juga ada. Entah kenapa, menurut saya rasanya lebih enak pakai ikan tuna. Saya juga pernah mencoba menggunakan ikan tenggiri. Rasanya lebih enak! Tapi harganya lebih mahal. Jadi, saya balik lagi pakai ikan tuna *emak hemat*

   Oia, saya menemukan sate lilit lain di rumah makan khas Lombok  di Denpasar, yaitu sate lilit daging. Sate lilit daging menggunakan daging sapi dicampur kelapa parut. Hmm, ini juga enak lho! 
  Untuk membuat sate lilit, yang pertama harus dicari adalah: tusuk sate ukuran lebar. Saat masih tinggal di Bali, tusuk sate seperti ini mudah didapat. Di warung dekat rumah juga ada. Saya dulu membeli seikat besar (berisi sekitar 100 tusuk). Sengaja disimpan untuk dipakai kelak jika saya sudah tidak tinggal di Bali lagi. Lama-lama, dengan semakin seringnya saya membuat sate lilit, tusuk sate lebar saya pun habis. Di Bogor, saya tidak menemukan tusuk sate lebar ini. Bingung mau cari ke mana :(
  Akhirnya, saya pun mencari batang sereh sebagai tusukan sate. Saya perlu sereh dalam jumlah banyak. Jika masih tinggal di Bali, beli sereh segebrung alias seikat besar sudah tidak aneh lagi. Tapi di Bogor? Saya sampai harus pesan dulu ke tukang sayur dekat rumah. Maklum, tukang sayur tidak menyediakan banyak sereh. Biasanya kan, ibu-ibu beli sereh paling cuma satu-dua batang. Ngga ada yang minta sereh sampai 30 batang seperti saya, haha! 
Dapat serehnya cuma segini. Gapapa deh,cukup kok.
   Sereh sudah dapat. Mari kita lanjutkan membuat sate lilit bali...

Bahan:
  • 500 gr ikan tuna, dihaluskan dengan garpu
  • 1 sdm bawang merah goreng
  • 3 sdm santan instan siap pakai (santan biasa juga bisa, ambil bagian yang paling kental)
  • batang serai sebagai tusuk sate
  • minyak goreng secukupnya
Bumbu halus:
  • 12 butir bawang merah
  • 6 butir bawang putih
  • 5 buah cabe merah besar (bisa dikurangi/ditambah sesuai selera)
  • 1 cm kunyit
  • 1cm kencur
  • 2 cm lengkuas
  • 5 butir kemiri yang sudah disangrai
  • garam secukupnya
Cara membuat:
  1. Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak goreng. Dinginkan sebentar.
  2. Canpur ikan, bumbu halus, bawang merah goreng, dan santan. Aduk rata.
  3. Ambil sekepal adonan, lilitkan atau tempelkan pada tusuk sate. Padatkan. Supaya tidak lengket, olesi telapak tangan dengan sedikit minyak goreng. Bisa juga melapisi tangan dengan sarung tangan plastik saat membentuk adonan. Tetap oleskan sedikit minyak pada permukaan plastik.
  4. Kukus sate selama 30 menit. Bisa dibakar langsung di bara api, tapi saya lebih suka mengukusnya terlebih dahulu agar semua adonan matang dan tidak amis.
  5. Bakar sejenak sate di atas api. Untuk mendapatkan efek gosong (karena kalau cuma dikukus saja warnanya agak pucat), saya membakarnya sebentar di atas api kompor,.Maklum, ngga punya alat pembakar sate, hehe.
   Selanjutnya, membuat pelengkap sate lilit yaitu sambal matah. Kalau sate biasa pelengkapnya bumbu kacang atau bumbu kecap. Sate lilit bali selalu berpasangan dengan sambal matah yang rasanya pedas dan segar ini. Berikut bahan dan cara pembuatannya...

Bahan sambal matah:
  • 10 butir bawang merah, iris halus
  • 7 buah cabe rawit, iris halus
  • 1 sdt terasi matang
  • garam secukupnya
  • 1 sdm air perasan jeruk nipis
  • minyak goreng bekas menggoreng ayam atau ikan
Cara membuat sambal matah:
  1. Campur semua bahan secara merata.
  2. Remas-remas adonan sambal dengan tangan. Pakai tangan??? Yup, versi asli yang sering disaksikan suami saya di warung makan Bali adalah menggunakan tangan telanjang. Wuih, jadi panas dong, tangannya karena terkena cabai. Supaya tangan tidak panas, saya memakai sarung tangan plastik. Lebih sulit memang. Tapi yang pasti tangan tidak panas *selamet selamet*
  3. Tidak usah dikremet-kremet eh diremas-remas juga tidak apa-apa. Gimana selera saja. Cuma menurut saya, kalau sambalnya tidak diremas rasanya jadi kayak yang kurang nge-blend gitu, hehe.
Pakai sarung tangan plastik agar tangan tidak panas
Sudah selesai. Sate lilit dan sambal matah siap disantap. Foto paling atas adalah sate lilit perdana yang saya buat, lengkap dengan tusuk sate lebarnya. Foto berikut adalah sate lilit dengan tusuk sate dari batang sereh plus sambal matahnya yang siap diantar untuk seorang teman. Sudah saya bikin gosong sedikit sebagai aksen :)

Sate lilit bali dan sambal matah siap antar
   Oia, saya hampir lupa. Membuat sate lilit juga bisa memakai tusuk sate biasa, lho. Betul, tusuk sate yang kurus seperti lidi itu. Supaya adonan sate lilit bisa melilit alias menempel dengan sempurna dan tidak cepat lepas, gunakan irisan daging terlebih dahulu. Maksudnya, buat irisan daging tipis seperti filet (bentuk kotak-kotak kecil dan tipis juga bisa). Tusukkan irisan daging ke tusuk sate. Setelah itu, lilitkan adonan ke irisan daging tersebut. Terlilit rapi, kan. Kelemahannya hanya saat membakar sate. Karena adonannya gendut sementara tusuk satenya kurus, saat membakar tusuk sate jadi mudah patah. 
   Sekian dulu resep ketiga dari  #30hariberbagiresep. Sampai jumpa di resep berikutnya ^_^

4 comments:

  1. Wih, mantab!! Oh, trnyata tengiri lbh mahal dr tuna to? Kirain mahalan tuna. Tp tuna kan bnyak jenis nya juga. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat saya, tenggiri lebih mahal krn belinya ditimbang berikut kepala-tulang-ekor-kulit, padahal sy hanya perlu dagingnya saja. Kalau beli tuna lebih murah, karena bnyk dijual perbungkus 250gr dagingnya saja. Jadi lebih murah :)
      Saya kurang tahu jenis2 tuna. Soalnya cm beli yg ada di tukang sayur saja ^_^

      Delete
  2. Wow, saya belum pernah nyoba sate lilit. dan kyknya saya tergugah buat nyobain resepnya :D

    ReplyDelete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^