3 Olahan Ikan Patin Berkuah yang Segar


Suatu hari, saya lagi ngedate makan siang bareng Mbak Yanti aka Nefertite Feriyanti, sesama teman blogger yang tinggal di Bogor. Kami janjian makan siang bareng di sekitar Jalan Pajajaran. Berhubung tempat janjian di Jambu Dua dan kami keburu laper duluan, pilihan jatuh ke tempat makan yang ada di sekitar situ. Yaitu Rumah Makan Khas Palembang bernama Pondok Bahrein.

Ingat masakan Palembang, jadi ingat sama Empek-empek ya. Tapi kami bukan mau makan empek-empek. Lagi pengen makan nasi dengan sesuatu yang berkuah hangat di saat Bogor yang sedang gerimis. Makan apa? Makan pindang patin kayaknya enak, nih!

Saya dan Mbak Yanti
Setelah duduk dan memesan makanan, kami pun mengobrol ngalor-ngidul. Tidak lama kemudian, seporsi pindang patin pun tersaji di meja makan. Ditaruh di panci mungil dengan dudukan seperti pemanas, tampilan pindang patin di rumah makan ini jadi terlihat menarik dan menggoda selera. Satu porsi berisi 1 potong daging ikan patin ukuran pas. Cukup buat kami berdua yang berukuran mungil ini. Lo mungil, Makk? Serius? Hahaha...
Pindang Patin Pondok Bahrein
Setelah dicoba, hmm... rasanya enak! Tapi, perasaan rasanya mirip sama pindang patin buatan sendiri, deh. Dih, ge er amat! Bilang aja kurang karena sepotong patin harganya 45 ribu. Beda kalau masak sendiri, dengan uang 45 ribu udah dapet sekilo lebih ikan patin plus yang lainnya. Hai, itungan banget sih! Ahaha maapken...

Baiklah, itu memang resiko makan di luar. Sudah pasti lebih mahal uang yang dikeluarkan dibandingkan dengan masak sendiri. Demi penghematan, sudah tentu saya memilih lebih sering buat masak sendiri. Tapi sesekali nyobain makan enak di luar ya nggak nolak juga, hehe.

Oke, dari cerita tadi, saya jadi inget punya draft postingan ikan patin. Saya gabungin aja di sini biar mereka ngumpul jadi satu dan gampang dicari. Resep yang mau saya share adalah Garang asem patin, Pindang patin nanas, dan Pindang patin Saori. Ketiganya punya cara memasak yang sama, cuma beda bumbu aja. 

Sebelum mulai mengolah patin, ya beli ikan patinnya dulu. Saya lebih suka membeli ikan patin filet yang tanpa kepala. Biar seluruh keluarga dapet dagingnya semua. Beli di warung sayur sudah dibungkus plastik. Sampai di rumah tinggal dicuci dan diolah. Gampang, kan.

Ikan patin filet


1. Pindang Patin

Pindang patin ini saya buat sebelum acara makan-makan di Pondok Bahrein. Jadi, lumayan ngendap lama di draft. Sayang, saya nggak sempat memotret langkah pembuatannya karena sedang terburu-buru. 

Bahan Pindang Patin
Bahan Pindang Patin:
  • 500 gr ikan patin filet tanpa kepala
  • 5 siung bawang putih
  • 9 siung bawang merah
  • 1 buah cabe merah besar
  • 1 buah tomat merah, belah empat bagian
  • 1 potong nanas ukuran sedang, iris kasar
  • 1 ikat kemangi, siangi
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 1 batang sereh, geprek
  • 3 cm lengkuas, geprek
  • 3 cm jahe, geprek
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sdm gula merah sisir
  • 3 butir cengkeh
  • 1 sdm air asam jawa
  • 1/2 sdt terasi goreng
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menumis
  • air matang secukupnya
Cara membuat Pindang Patin:
  1. Lumuri ikan patin dengan air perasan jeruk nipis dan garam selama 15 menit. Cuci bersih, sisihkan.
  2. Rebus sebentar ikan patin di air mendidih selama 2 menit. Angkat, sisihkan.
  3. Tumbuk halus: bawang merah, bawang putih, cabe merah, terasi, gula merah, dan garam.
  4. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, lengkuas, jahe, cengkeh, sereh, dan daun salam sampai harum. 
  5. Masukkan tomat, daun bawang, dan air asam jawa. Aduk rata, masak sampai semua bahan layu. 
  6. Masukkan air matang. Rebus semua bahan sampai mendidih. Masukkan ikan. Masak hingga semua bahan matang dan kuah agak menyusut. Koreksi rasanya. 
  7. Sentuhan akhir: masukkan daun kemangi sesaat sebelum disajikan. 
  8. Pindang patin siap disajikan.

Pindang patin

Oia, pindang patin di Pondok Bahrein menggunakan kacang panjang sebagai tambahan sayurannya. Jika suka, boleh dikasih kacang panjang atau nemu sayuran lain yang bisa dicampurkan juga nggak masalah. Biar tambah rame gitu, lho.


2. Garang Asem Patin

Mau ikan patin berkuah yang lebih asam dan segar? Bikin Garang Asem Patin, yuk! Garang Asem Patin menambahkan tomat hijau, belimbing wuluh, dan air jeruk nipis yang membuat rasa kuahnya menjadi asam plus segar! Mau pakai tambahan cabai rawit yang banyak supaya rasa pedasnya nendang juga bisa. Dalam resep ini, saya tidak menggunakan cabai rawit supaya anak-anak tidak kepedasan saat menyantapnya.

Bahan Garang Asem Patin
Bahan Garang asem patin: 
  • 500 gr ikan patin filet tanpa kepala
  • 5 siung bawang putih
  • 8 siung bawang merah ukuran besar, iris kasar
  • 3 buah cabe merah besar
  • cabai rawit secukupnya (optional)
  • 10 buah belimbing wuluh, potong dua bagian
  • 1 ikat kemangi, siangi
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 2 batang sereh, geprek
  • 5 cm lengkuas, geprek
  • 2 cm jahe, geprek
  • 4 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 buah jeruk nipis
  • 1 buah tomat hijau, belah delapan bagian
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menumis
Cara membuat Garang Asem Patin:
  1. Lumuri ikan patin dengan air perasan jeruk nipis dan garam selama 15 menit. Cuci bersih, sisihkan.
  2. Rebus sebentar ikan patin di air mendidih selama 2 menit. Angkat, sisihkan.
  3. Tumbuk halus: bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan garam.
  4. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, cabe merah, daun bawang, jahe, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk sampai harum. Masukkan tomat hijau. Tumis sampai semua bahan layu.
  5. Add caption
  6. Masukkan air matang. Rebus semua bahan sampai mendidih. Masukkan ikan. Masak hingga semua bahan matang dan kuah agak menyusut. Koreksi rasanya. 
  7. Add caption
  8. Sentuhan akhir: masukkan daun kemangi sesaat sebelum disajikan. 
  9. Garang asem patin siap disajikan.
Garang Asem Patin


3. Pindang Patin Saori Asam Manis

Sebenarnya, saya bingung mau kasih nama apa masakan yang satu ini. Mau bikin perpaduan antara pindang patin dan garang asem, tapi bikin versi yang praktis dan lebih simpel. Bumbunya serupa dengan pindang patin. Dipadu dengan tomat hijau jadi berasa seperti garang asem. Pinang patin yang satu ini dibuat tanpa buah nanas dan rasanya lebih manis berkat bumbu instan Saori Saus Asam Manis.

Cara membuatnya juga lebih gampang dan cepat. Saya memasak hidangan ini untuk sarapan pagi, lho! Tahu sendiri kan, yang namanya menu sarapan itu biasanya bikin yang gampang dan simpel. Nah, Pindan patin ekspres ini bisa jadi pilihan.

Bahan Pindang Patin Saori Asam Manis Saori
  • 500 gr ikan patin filet tanpa kepala
  • 3 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 1 buah cabe merah besar
  • 2 buah tomat hijau, belah empat bagian
  • 1 ikat kemangi, siangi
  • 1 batang daun bawang, iris kasar
  • 1 batang sereh, geprek
  • 3 cm lengkuas, geprek
  • 3 cm jahe, geprek
  • 2 lembar daun salam
  • 1 sdm Saori Asam Manis
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menumis
  • air matang secukupnya
Cara membuat Pindang Patin:
  1. Lumuri ikan patin dengan air perasan jeruk nipis dan garam selama 15 menit. Cuci bersih, sisihkan.
  2. Rebus sebentar ikan patin di air mendidih selama 2 menit. Angkat, sisihkan.
  3. Tumbuk halus: bawang merah, bawang putih, cabe merah dan garam.
  4. Panaskan minyak goreng. Tumis bumbu halus, lengkuas, jahe, sereh, dan daun salam sampai harum. 
  5. Masukkan tomat, dan daun bawang. Aduk rata, masak sampai semua bahan layu. 
  6. Masukkan air matang. Rebus semua bahan sampai mendidih. Masukkan ikan. Masak hingga semua bahan matang dan kuah agak menyusut. Koreksi rasanya. 
  7. Sentuhan akhir: masukkan daun kemangi sesaat sebelum disajikan. 
  8. Pindang Patin Saori Asam Manis siap disajikan.

Pindang Patin Saori Asam Manis
Nah, itu tadi 3 resep olahan ikan patin berkuah yang segar. Mau pilih yang mana? Selamat mencoba, ya!


8 comments

  1. Ya Allah asli ngiler aku mbak. Jadi pengen segera praktek euy

    ReplyDelete
  2. Sedap, penasaran akan ikan patin yang di olah gini.. Jadi pengen..hehe
    Aku punya pengalaman sama ikan patin, aku pelihara, dan di campur dengan ikan hias, si ikan hiasnya mati semua sama si ikan patin..hehe

    Btw, salam kenal ya, Teh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yahh kesian ikan hiasnya. ikan patin emang galak.
      salam kenal kembali :)

      Delete
  3. jadi kangen pindang buatan emak di kampung

    ReplyDelete
  4. Aku mau dimasakin aja deh mba Inna. Liat bumbunya kok banyak amat. Susah ngapalinnya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga usah diapalin mba leylaa... langsung cemplung aja haha
      hayuk sinih maen ke rumahku :)

      Delete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^