Sunday, September 3, 2017

Sop Iga Kambing



Assalamualaikum! 

Selamat Hari Raya Idul Adha!

Idul Adha tahun 2017 ini tidak sama seperti pada tahun sebelumnya karena jatuh pada hari Jumat. Bertepatan dengan waktunya shalat jumat untuk umat muslim. Keterbatasan waktu menjadi pertimbangan untuk menunda pemotongan hewan kurban pada hari berikutnya. Namun ada pula yang langsung memotong kurban pada hari yang sama, yaitu di mesjid atau di tempat pemotongan hewan kurban yang tidak memotong dalam jumlah banyak. Dengan langsung memotong hewan kurban yang sedikit, pekerjaan akan cepat selesai dan masyarakat bisa shalat jumat tepat waktu.

  Di tempat tinggal saya, pemotongan hewan kurban dilakukan pada hari Sabtu, sehari setelah Idul Adha. Jumlah hewan kurban yang mencapai puluhan dipotong bersamaan oleh warga setempat (termasuk Bapa). Daging kurban kemudian dibagikan kepada fakir miskin di sekitar komplek. Warga sendiri kebagian daging kurban karena jumlahnya yang banyak itu. Tahun ini, alhamdulillah kami sekeluarga ikut berkurban dengan bergabung bersama warga lainnya dengan menyumbang satu ekor sapi. Sapi nomor 4 pun disaksikan untuk disembelih kemarin.

  Usai pemotongan kurban, warga yang menjadi panitia kurban pulang untuk beristirahat, lalu kembali lagi untuk shalat dhuhur dan membagikan daging kurban. Kami sendiri kebagian jatah daging sapi dan seplastik daging kambing. Alhamdulillah.

  Daging kambing saya putuskan untuk diolah terlebih dahulu. Kebetulan dapat banyak bagian tulang iga. Saya mau bikin sop iga kambing lalu sisa daging sop mau dibikin nasi goreng kambing untuk sarapan hari Minggu pagi. Sebelum lanjut membaca, boleh simak tulisan saya sebelumnya tentang cara menghilangkan aroma khas daging kambing.

  Jadi, masih punya stok daging kambing di rumah? Biasanya paling enak dibikin sate kambing, ya. Saya juga bikin sedikit atas permintaan Kk Rasyad. Lumayan dapat 8 tusuk sate yang kemudian dibakar dengan teflon dan digarang lagi di atas api kompor. Maklum, cuma sedikit, jadi nggak perlu ngeluarin alat bakaran sate yang menggunakan bara. Ah, bilang aja lagi males, hehe.

  Olahan lain yang jadi kesukaan saya dan Bapa adalah tongseng kambing. Berhubung tahun ini saya dapat bagian tulang iga, tongseng batal jadi agenda. Yuk, kita mulai membuat sop iga kambing. Nggak perlu riweuh ngulek bumbu dan memeras santan seperti membuat gulai kambing. Tinggal cemplang-cemplung langsung mateng, deh! Yuk, simak bahan dan cara membuatnya...

Bahan:
  • 10 butir bawang merah, iris tipis
  • 5 butir bawang putih, iris tipis
  • 1 buah tomat merah, belah empat bagian
  • 3 batang wortel, iris tipis
  • 1 lembar daun bawang, cincang kasar
  • 2 batang seledri, ikat
  • 1 sdt merica
  • garam secukupnya
  • 4 lembar daun salam
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 batang sereh, geprek
  • 5 cm jahe, geprek
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 1 butir cengkeh

Cara membuat:
  1. Jangan cuci daging kambing. Lumuri daging dengan air jeruk nipis. Diamkan selama 10 sampai 15 menit. 
  2. Rebus air bersama jahe, 2 lembar daun salam, daun jeruk. Setelah mendidih, ,asukkan daging kambing. Masak sampai mendidih dan mengeluarkan busa. Angkat daging kambing, buang airnya.
  3. Tuangkan minyak goreng ke dalam panci, tumis bawang merah, bawang putih, seledri, sereh, 2 lembar daun salam, cengkeh, garam, dan merica. 
  4. Masukkan daging kambing, aduk rata. Tambahkan air. Masak sampai daging kambing hampir empuk. Masukkan wortel. Masak hingga wortel dan daging kambing menjadi empuk. 
  5. Terakhir, masukkan daun bawang dan tomat. Masak hingga kedua bahan tersebut layu.
  6. Angkat, sajikan sop hangat dengan emping sebagai pelengkapnya. Bisa juga ditambahkan irisan cabai rawit sebagai sambalnya jika ingin rasa sop yang pedas.
  Oia, mohon maaf untuk resep kali ini saya tidak sempat memfoto bahan dan step by step cara membuatnya. Lagi lemes. Saya baru sembuh dari sakit kepala selama tiga hari. Menyantap daging kambing ini cocok banget jadi obat buat saya. Seger dan bikin pulih lagi kondisi yang lagi drop.

Iga kambing yang empuk dan nikmat!

  Bagian lain yang tidak kalah enak disantap pada sop iga ini adalah tulang rawan yang renyah dan kriuk digigit. Dd Irsyad suka banget makan tulang rawan ini. Hmm, yummy! Baiklah, sampai di sini dulu ya. Saya mau lanjut masak di dapur ngebut lagi. Selamat menikmati sop iga kambing.


6 comments:

  1. Paa banget ini mbak, pagi2 baru mau browsing daging kambingnya mau di masak apa hari ini, eeehh ada menu menggugah selera yang gampang pula.

    ReplyDelete
  2. Belum pernah bikin sip dari daging kambing, noted resepnya, terimakasih

    ReplyDelete
  3. Bakal lahap nih saya kalau makan kayak gini :D

    ReplyDelete
  4. Di masjid dekat rumah juga pemotongannya hari sabtu. Wew pakai bawang merahnya banyak ya. Jadi tambah enak ini. Lagi lemes aja fotonya tetap cakep, Mba Inna, haha...

    ReplyDelete
  5. malah jangan dicuci ya, Mbak, langsung aja dioles jeruk trus ditumis bumbu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku ga dicuci. Nanti habis dibalur jeruk nipis, direbus sebentar. Setelah itu baru dibikin sop

      Delete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^