Tuesday, April 26, 2016

Tumis Sawi Sendok Hidroponik



Tumis sawi sendok hidroponik ini seharusnya sudah tayang beberapa waktu yang lalu. Namun, saya tidak ingin mendahului 'emak'-nya blog Dapur Ngebut, yaitu blog Emak Riweuh. Jadi, saya harus menunggu postingan tentang belajar menanam sayuran hidroponik tayang dulu, baru saya bisa menulis resepnya di sini.


   Ceritanya, keluarga saya menghadiri acara pengajian rutin yang diadakan oleh teman-teman kuliah Bapa. Usai acara pengajian sekaligus belajar tentang hidroponik, sang nyonya rumah, yaitu Ibu Erni, mengijinkan kami untuk memetik sendiri sayuran hidroponik yang siap panen. Duh, sayang banget mencabut sayuran cantik ini dari netpotnya. Bersama Bapa, saya memetik sawi sendok, seledri, dan pohon mint. 

Kebun hidroponik Ibu Erni
Sawi sendok yang cantik
   Sawi sendok yang gemuk-gemuk belum apa-apa sudah mengundang selera. Ada satu tanaman sawi yang motifnya cukup cantik. Mau dimasak perasaan sayang banget. Mending jadi pajangan dulu sebelum dimasak keesokan harinya. Sampai di rumah, saya taruh semua sayur hidroponik di dalam pot kaca berisi air. Cantik sekali! Nggak sempat difoto karena saya malah sibuk mengolah daun seledri menjadi garlic bread yang lezat untuk cemilan. Hmm, yummy!

Garlic bread
   Keesokan harinya... saatnya eksekusi! Duh, nggak tega nggak tega nggak tega *ambil pisau* Maaf ya, sayuran yang cantik. Kamu harus dimakan. Sreet... sreet!


Masih di dalam netpot. Sebelum dipotong.


Siap dimasak!
   Sudah selesai memotong. Yuk, ikut ke dapur. Sawi sendok ini akan saya masak ala resto cina, yaitu ditumis dengan bumbu bawang putih saja. Tidak perlu tambahan bumbu masak yang lain. Karena saya adalah penggemar bawang putih. Makanya vampir nggak berani sama saya *apa sih makk*

Bahan:
  • 3 ikat sawi sendok
  • 5 siung bawang putih, geprek, cincang kasar
  • minyak goreng untuk menumis
  • garam secukupnya
  • penyedap rasa secukupnya (optional)
  • 1 sdt kecap asin (optional)
  • 1 sdt kecap ikan (optional)
Cara membuat:

1. Panaskan minyak.Tumis bawang putih sampai harum.

Tumis bawang putih
2. Masukkan sawi. Aduk rata hingga layu. 

Masukkan sawi
3. Tambahkan sedikit air. Aduk cepat dengan api agak besar.
4. Masukkan bumbu, aduk rata. Koreksi rasanya.
5. Angkat. Sajikan hangat.


Tumis sawi sendok hidroponik
  Selesai. Gampang kan? Masak sawi ini jangan terlalu lama,ya. Jadi rasa sayuran masih renyah dan vitaminnya tidak hilang. Enak lho, saat digigit berbunyi kres kres. Nikmat! 

   Sayuran hidroponik rasanya lebih manis, menurut saya. Dari tiga jenis sayuran hidroponik yang saya bawa pulang, tumis sawi sendok ini yang paling nikmat. Soalnya makannya bisa sampai menghabiskan nasi, hihi. 

  Yang terakhir memang tidak saya masak, yaitu daun mint. Dimakan begitu saja sudah enak! Dd Irsyad bolak-balik memetik dari pot dan langsung mengunyahnya! Daun mint langsung saya seduh sebagai teman minum teh. Jadilah teh manis rasa mint yang nikmat. Alhamdulillah ^_^
Garlic bread, tumis sawi sendok, dan daun mint.

9 comments:

  1. Wah...bumbunya sederhana sekali ya. Pantesan, di dapurnya bisa ngebuut..hi..hi..hi
    Saya kok, tertarik sama garlic bread-nya. Cara buatnya gimana, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin garlic bread gampang, teh. Cuma geprek bawang putih, cincang halus. Olesi roti tawar dgn margarin. Taburi dengan bawang putih dan seledri cincang, tekan2 biar nempel dan nggak kabur. Panggang deh (kalau saya pakai teflon), selesai :)

      Delete
    2. Oh...gampang juga buatnya ya..cobain ah...
      Nuhuun ya...

      Delete
  2. seru ya nanam pake metode hidroponik,menu simpel tapi enakk,aku juga sering bikin ini mak....g lama masaknya,apalagi habisnya xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama ngebut ya... masak n makannya :D

      Delete
  3. Baru nyadar kalau ini blog Mbak Inna juga hahaha
    waaah senengnya masak sayur hasil panen sendiri :D

    ReplyDelete
  4. Dan bumilpun mendadak lapar....
    Menu yg simple tp bisa bikin makan jd nambah2 trs ini

    ReplyDelete
  5. Enak bangeeet bisa masak dr sayuran hasil tanaman tangan sendiri ya mbak

    ReplyDelete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^