Monday, September 9, 2013

Tumis Cumi Asin


  Tumis cumi asin sebagai resep ke-9 dari #30hariberbagiresep ini adalah masakan yang selalu mengingatkan saya pada almarhum Mamah mertua. Dulu, setiap pulang kampung, almarhum selalu membekali saya cumi asin mentah ketika akan kembali ke tanah rantau. Maklum, di sana kan ngga ada yang jual cumi asin. Supaya tidak bau saat dibawa di pesawat, cumi asin dibungkus berlapis-lapis oleh kertas koran, lalu dibungkus lagi dengan kantong plastik yang diikat kuat atau diselotip. Sampai di rumah, cumi asin ini saya perlakukan bak harta karun, dimasak sedikit demi sedikit. Disayang-sayang, gitu. Maklum, bahan makanan langka, hehe.

   Setelah berhenti merantau dan tinggal di Bogor, cumi asin mudah ditemui sehingga saya jadi bisa sering-sering memasaknya. Ingin tahu cara membuatnya? Gampang, kok. Coba, yuk!

Bahan:
  • 250 gr cumi asin mentah  (cumi asinnya yang gendut ya, bukan yang gepeng)
Cumi asin mentah
  • 10 butir bawang merah
  • 6 butir bawang putih
  • 2 buah cabe merah
  • 2 buah cabe hijau
  • cabe rawit (jika suka pedas)
  • 1 buah tomat merah
  • 1 lembar daun salam
  • 1 cm lengkuas
  • minyak untuk menumis secukupnya
Bumbu yang dipakai. 
Cabe rawit, cabe hijau, daun salam,dan lengkuas lupa difoto :p
Cara membuat:
  1. Cuci bersih cumi asin, buang tulangnya (bagian yang panjang dan transparan). Buang tintanya (kantung kecil yang berwarna hitam). Jika suka, kantung tinta tidak perlu dibuang.
  2. Rendam cumi asin dalam air panas selama 10 menit. Tiriskan.
  3. Oseng irisan bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat hingga harum.
  4. Masukkan cumi. Aduk rata. Masak hingga matang dan bumbu meresap.
  5. Angkat. Sajikan hangat.
   Saya sengaja 'mencopet' sedikit cumi asin untuk dimasak terpisah tanpa cabai untuk Kk Rasyad dan Dd Irsyad yang belum bisa makan pedas. Jadi dua kali masak, sih. Ngga apa-apa, yang penting sekeluarga kebagian makan cumi asin :)
Tumis cumi asin tanpa cabai
 Keterangan:
  • Saya paling suka cumi asin yang banyak telurnya. Untuk tahu apakah cumi asin banyak telurnya atau tidak, pijit saja :D
  • Saat menumis cumi asin, tutupi wajan dengan tutup panci jika tidak ingin kena cumi asin yang 'ngebeletok' bahkan loncat. Ngga selalu loncat atau nyiprat sih, saya juga ngga ngerti kenapa bisa begitu.

7 comments:

  1. hwaaaa makan pake ini bisa ngabisin nasi sebakul.... ngecessss

    ReplyDelete
  2. Maakk... Farras anak saya doyaaan banget cumi asin yg di tumis kayak gitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf komen tambahan :) Di fotonya keknya ada cabe ijo, tapi di resepnya gak ada cabe ijo. hehehe... apa salah liat ya...

      Delete
    2. Waah iyah, cabe ijonya lupa difoto (karena beli belakangan).
      Posting resep tiap hari suka bikin lieur, maapken...
      Farras sama dong dengan Aa yg doyan cumi asin :)
      Makasih sudah mengingatkan ya Maak

      Delete
  3. Aku belum pernah nyobain, pengeeeeen :)

    ReplyDelete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^