Sunday, September 8, 2013

Martabak Jamur



Suka martabak? Coba bikin sendiri, yuk! Kalau martabak yang biasa dijual isinya telur dan daging, saya sering membuat martabak yang isinya mie instan. Diisi mie selain membuatnya praktis, juga supaya martabaknya jadi gendut, hehe.  Bosan mengisi dengan mie, saya cari bahan lain. Setelah bongkar gudang lemari dapur, saya menemukan jamur karang putih yang rencananya mau saya buat jadi sop matahari (hidangan khas di acara pernikahan di kota Solo). Malas membuat sop matahari, saya bikin saja jamur itu jadi isi martabak.
  
Foto pinjam dari sini
  Saya kurang paham nama asli jamur ini apa. Setelah browsing dan menemukan nama jamur karang putih, ya sudah, saya ikut saja menyebut begitu. Koreksi saya kalau salah, ya. Jamur ini biasa dijual di hipermarket dalam bentuk kering. Sebelum diolah, rendam jamur kering dalam air hangat matang hingga mengembang. Jamur pun siap untuk diolah.  Yuk, kita mulai membuat martabak jamur!

Bahan:
  • 1 buah jamur karang putih ukuran besar
  • 4 butir telur ayam, kocok lepas
  • 20 lembar kulit lumpia siap pakai
  • 4 butir bawang putih
  • 1 buah bawang bombay ukuran besar
  • 12 batang bawang daun
  • merica bubuk secukupnya
  • garam secukupnya
  • minyak goreng untuk menumis
Cara membuat:
  1. Iris jamur, bawang putih, bawang bombay, dan bawang daun.
  2. Panaskan minyak goreng secukupnya. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.
  3. Masukkan jamur, bawang daun,merica, dan garam. Aduk rata. Masak hingga setengah matang. Angkat. Dinginkan sejenak.
  4. Tambahkan kocokan telur. Aduk rata semua adonan isi.
  5. Panaskan wajan teflon. Jika sudah panas, kecilkan api.
  6. Tuangkan 2 sdm adonan ke atas kulit lumpia. Bungkus rapi. Masukkan ke wajan. Masak hingga matang atau berubah menjadi kecoklatan.
  7. Martabak jamur siap disantap bersama cabe rawit atau sambal botolan


Keterangan:
  • Saat memotong jamur yang sudah mengembang, buang bagian pangkal jamur yang keras.
  • Langsung goreng martabak segera setelah selesai diisi dan dilipat. Jika didiamkan, kocokan telur bisa merembes keluar dari lubang kecil di kulit lumpia. Supaya praktis, saya menyalakan kompor dengan api kecil, kemudian memasukkan satu persatu martabak yang sudah dilipat ke dalam teflon. Setelah teflon penuh terisi, baru api kompor saya besarkan dan memasak martabak hingga matang. Untuk teflon ukuran 30 cm dapat memuat 7 potong martabak.
  • Jika kesulitan menemukan kulit lumpia siap pakai seperti foto di atas, bisa juga mempergunakan kulit lumpia beku. Kulit lumpia beku bisa dibeli di supermarket dengan dua ukuran. Yang satu berukuran kecil (lebih besar sedikit dari kulit pangsit) dan yang satu berukuran besar. Agar tidak kesulitan dalam membungkus adonan martabak, sebaiknya gunakan kulit lumpia beku yang berukuran besar. Cara menggunakannya: diamkan kulit lumpia beku dalam suhu ruang. Setelah mencair, lepaskan dengan hati-hati kulit lumpia satu persatu. Gunakan segera. Jika didiamkan terlalu lama dalam suhu ruang, kulit lumpia akan mengeras dan sulit untuk dibentuk/dilipat.
Postingan ini adalah resep hari ke-8 dari tantangan #30hariberbagiresep

6 comments:

  1. Replies
    1. aduduu...bumil jng sampe ngeces yaa *bubungkus*kirimmartabakviadunmay* ^_^

      Delete
  2. thank you for the idea masukin jamur... ahaaa besok bisa buat sumpel makanan jamur beginian hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kembali, mak lina :)
      hehe...mari kita sumpel ^_^

      Delete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^