Saturday, September 7, 2013

Gulai Ayam


Postingan hari ke-7 untuk  #30hariberbagiresep kali ini, saya menulis resep gulai ayam. Gulai ayam yang biasa saya buat rasanya tidak terlalu pedas, supaya Aa Dilshad bisa ikut menikmati. Memang, baru anak sulung saya saja yang mulai suka makan pedas. Kedua adiknya masih belum bisa.Jadi, untuk Kk Rasyad dan Dd Irsyad saya buatkan menu lain yang tidak pedas. Mari memasak!

 
Bahan:
  • 1 kg ayam, potong menjadi 12 bagian
  • 500ml santan kental dari 1 butir kelapa parut
  • 2 cm lengkuas, digeprek
  • 1 batang sereh, digeprek
  • 1 cm jahe, digeprek
  • 1 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • minyak untuk menumis
Bumbu halus:
  • 5 butir bawang putih
  • 8 butir bawang merah
  • 5 buah cabai merah besar (bisa diganti cabe keriting jika ingin lebih pedas)
  • 4 butir kemiri yang sudah disangrai
  • 2 cm kunyit
  • 1 sdm ketumbar yang sudah disangrai
  • garam secukupnya
  • merica secukupnya
Cara membuat:
  1. Tumis bumbu halus bersama dengan lengkuas, sereh, daun salam dan daun jeruk. Masak hingga harum.
  2. Masukkan ayam, aduk rata. 
  3. Tambahkan sedikit santan, masak hingga ayam setengah matang.
  4. Tambahkan sisa santan. Masak hingga gulai ayam matang dan kuah sedikit menyusut.
  5. Sajikan hangat.
Keterangan: agar bumbu lebih meresap, sebelum memasak, lumuri ayam dengan sedikit bumbu halus. Lalu diamkan selama 30 menit atau semalaman di kulkas.

4 comments:

  1. mak nanya apa sih sebenernya beda antara opor ayam dg gulai ayam, dari dulu penasaran hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda, Mak Lina. Bumbu yg dipakai pada opor dan gulai memang hampir sama semua. Kecuali opor ga pake cabe, kunyitnya juga lebih banyak, jadi warna kuahnya kuning. Gulai selain berwarna merah (dari cabai), kuahnya juga lebih sedikit dari kuah opor. Ada juga opor dari daerah mertua dengan kuah sedikit shg disebut opor kering.

      Delete
  2. Kalo opor kan gak pake kunyit ya mak Inna?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja, Mak Mugniar. Tergantung selera. Tapi menurut saya kalo opor ga peke kunyit, warnanya jadi kuning pucat (kuning hanya dari bumbu kemiri n ketumbar saja). Jadi kalo bikin opor, saya suka pake kunyit.
      Oia Mak, waktu di Makassar, saya seneng banget lho masak pake kunyit bubuk (lupa dari daerah mana). Cocok buat saya kalo lg males ngupas n ngulek kunyit, hehe

      Delete

Yuk, beri tanggapan dengan bahasa yang sopan dan tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima kasih ^_^